Institut Al Fithrah menggelar Yudisium ke-14 pada Sabtu, 25 Oktober 2025 bertempat di Auditorium Institut Al Fithrah Surabaya. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh nuansa religius, dihadiri oleh keluarga Ndalem KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi, jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga para peserta yudisium.
Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan dibuka oleh MC, kemudian dilanjutkan pembacaan Surah Al-Fatihah, Istighosah, dan Sholawat Fi Hubbi sebagai bentuk tawasul dan permohonan keberkahan. Suasana spiritual tampak menyelimuti ruangan sejak awal, mencerminkan karakter khas Institut Al Fithrah yang mengedepankan nilai-nilai religius dalam setiap kegiatan akademik.
Selanjutnya, para peserta dan tamu undangan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathan, diikuti dengan pembukaan Rapat Senat Terbuka oleh H. Abdul Aziz, M.H.I., selaku Wakil Rektor I. Dalam sambutannya, Abdul Aziz menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta yudisium.
“Pencapaian hari ini bukanlah akhir dari jenjang Pendidikan, masih banyak yang akan kalian raih dari jenjang-jenjang berikutnya. Kesuksesan para kalian tidak diukur dari bidang akademi saja, namun mahasiswa harus bisa membangun relasi dengan dunia luar, tanpa adanya relasi yang baik, maka tentu kita tidak akan bisa berbicara dalam banyak hal dalam kehidupan ini, oleh karena itu diperlukan integritas, karena itu modal utama untuk membangun relasi.” Ucap Abdul Aziz.

Acara dilanjutkan dengan Orasi Ilmiah oleh Prof. Dr. Sri Warjiyati, M.H., yang menyoroti pentingnya membangun generasi berkarakter di era disrupsi dengan refleksi nilai kebangsaan dan keilmuan. Setelah itu, dilakukan pembacaan SK Yudisium oleh H. Aris Imawan, M.Pd.I., selaku Wakil Rektor 3 dan Dr. H. Nur Cholis, M.H.I yang secara resmi mengukuhkan kelulusan 68 mahasiswa dan Mahasiswi dari tiga program Fakultas: Ushuluddin dan Dakwah, Tarbiyah, dan Syariah dan Ekonomi Islam.
Momentum haru terasa saat para peserta membacakan Ikrar Setia Alumni yang dipimpin oleh Maulana Asrori sebagai perwakilan dari para wisudawan, diikuti dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan wisudawan yang menitikberatkan pada rasa syukur, perjuangan, dan harapan untuk terus mengabdi kepada masyarakat.

“Hadratussyaikh pernah berkata manusia jika mampu berkhidmah sesam manusia, maka dia akan mampu berkhidmah kepada Allah, namun jika manusia mampu berkhidmah kepada Allah, belum tentu ia mampu berkhidmah kepada sesama. Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa sejatinya ilmu dan gelar yang kita raih pada hari ini bukanlah akhir dari perjalanan kita, melainkan awal dari perjalanan untuk berkhidmah di tengah-tengah masyarakat. Karena ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa tinggi kita berdiri, bukan seberapa tinggi jabatan kita, namun seberapa besar manfaat yang bisa kita tebarkan kepada sesama.” Ujar Siti Lailatul Fitriyani selaku perwalikan para wisudawan.
Menjelang akhir acara, hadirin bersama-sama mengikuti pembacaan doa penutup oleh Habib Abdurahman bin Aghil sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan para lulusan. Tepat pukul 10.30 WIB, Rapat Senat Terbuka resmi ditutup, menandai berakhirnya prosesi yudisium yang berjalan lancar dan penuh makna.
Acara ini bukan hanya menjadi simbol kelulusan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen para lulusan sebagai intelektual Muslim yang berilmu, berakhlak, dan berperan aktif dalam membangun peradaban yang berkeadaban.
Oleh: PRESMA SENJA