Surabaya – Institut Al Fithrah Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada mutu melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kerja Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Senin (3/8/2026) hingga Selasa (4/8/2026) ini menjadi momentum penting untuk mengukur capaian program sekaligus menyusun langkah strategis dalam mempercepat transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi yang semakin unggul dan berdaya saing.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Institut Al Fithrah Surabaya, Dr. H. Rosidi, M.Fil.I, pada Senin siang, 3 Agustus 2026. Dalam sambutannya, menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial ataupun sekadar pemenuhan administrasi. Lebih dari itu, Monev merupakan instrumen penting untuk memastikan seluruh program kerja berjalan sesuai target, memberikan dampak nyata, serta menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif pada masa mendatang.
“Budaya evaluasi harus menjadi karakter seluruh sivitas akademika. Kampus yang besar adalah kampus yang terus belajar, berbenah, dan berani melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Karena itu, setiap unit kerja harus menjadikan Monev sebagai ruang refleksi sekaligus ruang untuk melahirkan inovasi,” ungkapnya di hadapan peserta kegiatan.
Ketua Panitia, Moh. Taufik, M.Pd.I, menjelaskan bahwa pelaksanaan monitoring dan evaluasi disusun secara sistematis sesuai dengan rundown yang telah ditetapkan. Setelah pembukaan oleh Rektor, seluruh peserta mengikuti proses monitoring dan evaluasi di ruang-ruang yang telah ditentukan berdasarkan unit kerja masing-masing. Kegiatan tersebut berlangsung hingga Selasa, 4 Agustus 2026, dengan melibatkan seluruh unsur pimpinan, fakultas, program studi, lembaga, biro, serta unit pendukung lainnya.

Setiap unit mempresentasikan capaian program kerja Tahun Akademik 2025/2026 beserta indikator kinerja yang telah direncanakan. Tim monitoring dan evaluasi kemudian memberikan berbagai masukan, klarifikasi, serta rekomendasi sebagai bahan penyempurnaan program pada periode berikutnya. Proses diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif sehingga setiap unit memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kekuatan maupun aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Menurut Moh. Taufik, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengukur tingkat ketercapaian program, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Ia berharap hasil monitoring dan evaluasi mampu menjadi pijakan dalam menyusun program kerja yang lebih inovatif, adaptif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi sivitas akademika maupun masyarakat.
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi tahun ini memiliki makna yang semakin istimewa. Institut Al Fithrah Surabaya kini memasuki babak baru dalam perjalanan kelembagaannya setelah resmi melakukan alih bentuk dari Institut Al Fithrah Surabaya menjadi Universitas Al-Fithrah. Perubahan status tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan kelembagaan sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama strategis di tingkat nasional maupun internasional.
Transformasi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perubahan nomenklatur, melainkan sebagai komitmen untuk menghadirkan sistem tata kelola yang semakin profesional, budaya akademik yang unggul, serta layanan pendidikan tinggi yang berkualitas. Oleh karena itu, hasil monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh unit mampu beradaptasi dengan tuntutan baru sebagai universitas yang modern, inovatif, dan kompetitif.
Selama dua hari pelaksanaan, suasana diskusi berlangsung dinamis dengan semangat kolaborasi yang tinggi. Berbagai gagasan, evaluasi, dan rekomendasi lahir dari forum tersebut sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun budaya continuous improvement. Seluruh sivitas akademika didorong untuk menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar penyempurnaan program dan peningkatan kualitas layanan di berbagai bidang.
Melalui Monitoring dan Evaluasi Program Kerja Tahun Akademik 2025/2026, Institut Al Fithrah Surabaya menegaskan bahwa transformasi menuju Universitas Al-Fithrah tidak hanya ditandai oleh perubahan status kelembagaan, tetapi juga oleh komitmen seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, akuntabilitas, dan inovasi, Universitas Al-Fithrah optimistis mampu menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif terhadap perubahan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan bangsa.



