Pascasarjana Institut Al Fithrah

Studium General & Launching Kuliah Perdana Pascasarjana IAF Surabaya

Surabaya, 10 September 2026 — Pascasarjana Institut Al Fithrah (IAF) Surabaya hari ini sukses menyelenggarakan acara Studium General & Launching Kuliah Perdana Program Magister (S2) Studi Islam. Kegiatan berlangsung secara hybrid, diikuti oleh 32 mahasiswa baru baik secara langsung di Auditorium Lantai II maupun melalui platform Zoom.

Acara dibuka dengan tawasul, istighasah, dan maulid Fihubby, dilanjutkan sambutan hangat dari Rektor Institut Al Fithrah Surabaya, Dr. H. Rosidi, M.Fil.I. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan:

“Program Pascasarjana ini bukan hanya melahirkan akademisi yang unggul secara intelektual, tetapi juga insan yang jernih bashirah-nya. Kami ingin mahasiswa membaca teks dengan teliti, sekaligus membaca semesta dengan hati.”

Direktur Pascasarjana juga memberikan sambutan sekaligus meresmikan perkuliahan perdana Program Magister Studi Islam. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Pascasarjana IAF berkomitmen untuk melahirkan cendekiawan yang tajam analisisnya sekaligus mendalam spiritualitasnya.

Sesi berikutnya menghadirkan kuliah umum dengan tema “Arah Baru Studi Islam: Tasawuf sebagai Basis Epistemologis”, berdasarkan naskah Malhuzat Hadratusy Syaikh KH. Achmad Asrori Al-Ishaqi. Materi disampaikan oleh jajaran dosen Pascasarjana, di antaranya:

  • Dr. H. Rosidi, M.Fil.I.
  • Assoc. Prof. Dr. Chafid Wahyudi, M.Fil.I.
  • Dr. Kusroni, M.Th.I.
  • Dr. Syamsudin, M.Pd.
  • Dr. H. Nur Kholis, Lc., M.H.I.
  • Dr. Muhammad Syauqi, S.E., M.SE.I.

Dalam sesi ini, Dr. Kusroni, M.Th.I, menekankan bahwa tasawuf bukan sekadar dimensi spiritual, melainkan fondasi epistemologis yang menyatukan rasio, bashirah, dan sarirah dalam pencarian ilmu. “Ilmu tanpa penyucian jiwa hanya menghasilkan data tanpa hidayah,” tegasnya.

Selain sebagai launching kuliah perdana, acara ini juga berfungsi sebagai orientasi mahasiswa baru. Dalam sesi khusus, Dr. Syamsudin, M.Pd. selaku Kaprodi S2 Studi Islam menyampaikan visi, misi, serta bangunan kurikulum Program Magister Studi Islam. Beliau menekankan pentingnya integrasi antara metodologi akademik yang ketat dengan kedalaman spiritualitas, sehingga mahasiswa mampu menjadi sarjana Islam yang utuh.

Sebanyak 32 mahasiswa baru Program Magister Studi Islam mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mahasiswa yang berdomisili di Surabaya dan sekitarnya hadir langsung di auditorium, sementara mahasiswa dari luar daerah bergabung secara daring melalui Zoom. Format hybrid ini menunjukkan komitmen IAF dalam membuka akses pendidikan pascasarjana yang inklusif dan adaptif.

Salah satu mahasiswa baru menyampaikan kesan:

“Saya merasa beruntung bisa menjadi bagian dari Pascasarjana IAF. Materi tentang tasawuf sebagai basis epistemologi membuka wawasan baru bahwa studi Islam tidak hanya soal rasionalitas, tetapi juga kedalaman jiwa.”

Acara ditutup dengan semangat kebersamaan dan doa agar perjalanan akademik Pascasarjana IAF Surabaya senantiasa diberkahi. Launching ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan generasi akademisi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga mendalam secara spiritual.

author

Kampus Al Fithrah

Institut Al Fithrah Surabaya. Mendalamkan Spiritualitas Meluaskan Intelektualitas.

Enable Notifications OK No thanks