Surabaya, 16 Februari 2026 – Kegiatan Seminar Sosialisasi Empat Pilar yang dilaksanakan pada siang hari ini berketetapan di Institut Al Fitrah Surabaya berlangsung tertib dan penuh khidmat sesuai dengan susunan acara yang telah direncanakan. Para peserta hadir tepat waktu dan menempati tempat masing-masing, menciptakan suasana yang kondusif sejak awal kegiatan dimulai.
Acara dibuka oleh pembawa acara sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan. Untuk mengawali acara, dengan menaca doa yg dilantunkan okeh Abdul Aziz, M.Fil i seluruh hadirin bersama-sama membaca Al-Fatihah sebagai bentuk doa dan harapan agar kegiatan berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi semua pihak.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Seluruh peserta berdiri dengan sikap sempurna dan mengikuti lagu kebangsaan dengan penuh semangat sebagai wujud penghormatan dan rasa nasionalisme.
Memasuki sesi inti, materi Sosialisasi Empat Pilar disampaikan secara sistematis dan komunikatif. Pemateri menjelaskan pentingnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sesi materi Sosialisasi Empat Pilar, pemateri menegaskan bahwa empat pilar kebangsaan merupakan pondasi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada awal pemaparannya, pemateri berbagi latar belakang pendidikan serta menyampaikan harapan dan impian yang perlu dibangun oleh mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
Pemateri kemudian mengulas perjalanan sejarah Indonesia yang berada di antara pengaruh blok Barat dan Timur sejak era Soekarno dan Hatta. Posisi strategis tersebut membentuk karakter bangsa yang tangguh dan adaptif. Dalam konteks empat pilar, hal ini menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya persatuan, kemandirian, dan ketahanan nasional di tengah arus globalisasi.
Perkembangan teknologi juga menjadi perhatian. Pemateri mencontohkan bagaimana aplikasi digital populer digunakan oleh miliaran manusia, sehingga generasi muda perlu bijak memilah informasi. Ia menekankan bahwa tidak semua platform akademik dapat langsung dipercaya tanpa verifikasi, sehingga literasi digital menjadi hal penting untuk mencegah dampak negatif.
Pembahasan turut menyinggung sejarah kejayaan Nusantara, termasuk peran kerajaan maritim yang memperkuat jalur perdagangan melalui pelabuhan sebagai pusat perputaran ekonomi antarnegara. Warisan sejarah tersebut menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki semangat penjelajah, daya juang, dan kemampuan beradaptasi yang kuat.
Dalam perspektif kebangsaan, Pancasila ditegaskan sebagai dasar yang mempersatukan keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia. Pemateri menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah berbagai dinamika geopolitik dan sosial, sekaligus memahami bahwa sistem ketatanegaraan berjalan berdasarkan konstitusi dan aturan yang mengikat kehidupan bernegara.

Menutup sesi, pemateri mengajak mahasiswa menjadi generasi yang kritis, berintegritas, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Politik dipahami sebagai bagian dari tata kelola kehidupan bersama yang harus diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat secara luas.
Peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan, ditandai dengan perhatian penuh serta partisipasi aktif selama sesi berlangsung.
Sebagai penegasan akhir, Wakil Rektor III menyampaikan rangkuman bahwa inti materi menekankan kesadaran geopolitik, penguatan nilai Pancasila, serta pentingnya tertib berpolitik sebagai fondasi menuju bangsa yang maju dan berdaulat.
Setelah pemaparan materi dari pemateri, sesi tanya jawab dibuka sebagai ruang diskusi bagi peserta. Tiga peserta berkesempatan menjadi penanya, yakni Siti Anisa, Muhammad Rizki Ramadhani, dan Mohammad Saiful Ridwan. Masing-masing peserta menyampaikan pertanyaan terkait hal-hal yang mereka musykili selama proses pembelajaran dan praktik. Pemateri menanggapi setiap pertanyaan dengan penjelasan yang jelas dan solutif, Selain itu, ketiga penanya juga memperoleh benefit langsung dari pemateri sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka dalam diskusi.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta dan panitia mengikuti sesi foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan. Suasana hangat dan penuh kebersamaan menutup acara dengan kesan positif bagi seluruh yang hadir.
Menjelang akhir kegiatan, acara ditutup dengan doa oleh abdul aziz, M. Fil i sebagai ungkapan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Para peserta meninggalkan ruangan dengan kesan positif serta tambahan wawasan yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

