Mengokohkan Identitas Gen Z Ber-Aswaja di Institut Al Fithrah Surabaya

Seminar Ustadz Alil Wafa: Mengokohkan Identitas Gen Z Ber-Aswaja di Institut Al Fithrah Surabaya

Surabaya – Di tengah kompleksitas dinamika sosial dan derasnya arus informasi digital, generasi Z kini menghadapi tantangan besar dalam menjaga jati diri dan arah pemikiran. Menangkap kebutuhan tersebut, HMP Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) di bawah Fakultas Ekonomi & Syariah Institut Al Fithrah Surabaya menyelenggarakan seminar inspiratif bertema “Seminar Akidah – Gen Z Ber-Aswaja” bekerja sama dengan HMASS Sidogiri. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Lantai 4 Kampus Al Fithrah dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan serta mahasiswa aktif lintas angkatan.

Hadir sebagai narasumber, Ustadz Alil Wafa, staf pengajar sekaligus Ketua HMASS Pusat Pondok Pesantren Sidogiri, memberikan pemaparan yang memadukan kekuatan intelektual dan kedalaman spiritual. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan argumentatif, Ustadz Alil Wafa mengajak para peserta untuk membaca kembali identitas Aswaja secara lebih jernih, menyeluruh, dan berakar pada sejarah keilmuan Islam.

Perwakilan pimpinan Fakultas Ekonomi & Syariah dalam sambutannya menegaskan pentingnya ketajaman literasi digital bagi generasi Z.

“Sebagai Gen Z, kalian harus mampu menjawab problem-problem keagamaan yang hari ini berseliweran di media internet,” pesannya, sekaligus membuka ruang kesadaran bagi mahasiswa akan peran mereka sebagai penjaga nilai dan penerus tradisi ilmiah.

Dalam materi inti, Ustadz Alil Wafa menekankan bahwa Aswaja bukan sekadar label teologis, melainkan representasi dari Islam yang hidup dan diwariskan secara turun-temurun.

“Kita pahami Aswaja secara kronologis dan historis, karena Aswaja itu sendiri adalah Islam,” tuturnya dengan penuh penekanan.

Beliau juga menambahkan bahwa metode pendidikan Ahlussunnah wal Jamaah telah ada sejak masa Rasulullah SAW, yang kemudian dikembangkan para ulama melalui tradisi keilmuan yang kokoh. Pemahaman ini, menurutnya, penting untuk memperkuat dasar berpikir generasi Z agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi-narasi instan di ruang digital.

Seminar berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Para mahasiswa tampak aktif berdiskusi, mencatat, dan menyimak dengan kesungguhan, menandai tumbuhnya harapan baru bahwa generasi Z mampu mengembangkan kapasitas intelektual sekaligus menjaga nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan modern.

author

Kampus Al Fithrah

Institut Al Fithrah Surabaya. Mendalamkan Spiritualitas Meluaskan Intelektualitas.