Thailand, 3-8 Oktober 2025 – Dr. H. Rosidi, M. Fil.I, rektor Institut Al Fithrah Surabaya yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Tarekat Al-Qadiriyah wa Naqshabandiyah yang berpusat di pondok pesantren As Salafi Al Fithrah Surabaya, kembali melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) internasional di Malaysia di negara bagian Kuala Lumpur, Selangor, Johor Bahru dan Melaka. Kali ini Rosidi juga mengembangkan pengabdiannya ke Negara Gajah Putih, Thailand bagian Selatan, tepatnya di Provinsi Yala.
Sesuai dengan visi kampus Institut Al Fithrah (IAF) Surabaya yaitu menjadi perguruan tinggi yang unggul berdasarkan nilai-nilai tasawuf pada tahun 2033, kemudian diterjemahkan dalam tagline “Deepening Spirituality, Expanding Intellectuality” maka tema PKM internasional yang diusung adalah “From Local to Global”.

PKM dimulai dengan ikut terlibat dalam acara Mesyuarat Akbar Jama’ah Al Khidmah Malaysia (semacam Munas di Indonesia) yang dilaksanakan setiap 3 tahun sekali, yang kali ini dilaksanakan di Surau Kg. Tengah Tambahan, Gombak, negara bagian Selangor Darul Ehsan. Dalam acara tersebut juga dipilih ketua Tarekat Al-Qadiriyah wa Naqshabandiyah Malaysia. Rosidi dan Ketua Umum Jama’ah Al Khidmah Indonesia memandu berjalannya mesyuarat agung tersebut, bahkan ditunjuk sebagai ketua tim formatur untuk memilih ketua tarekat Malaysia.

PKM di Wiayah Persekutuan Kuala Lumpur dilakukan dengan cara mendatangi kantong-kantong jama’ah untuk melakukan pembinaan. Ada 3 tempat yang didatangi, yaitu Sungai Chinchin, Keramat dan Rawang. Dalam kegiatan tersebut Rosidi menyampaikan tentang pentingnya sisi spiritualitas di tengah hiruk pikuk kehiduapan dunia. Acara pembinaan itu mendapatkan sambutan yang antusias dari para jama’ah, terbukti dengan banyaknya jama’ah yang mengikuti 3 kegiatan itu.
Sedangkan PKM di Johor Bahru dan Melaka dengan cara mengadakan kegiatan majlis di kedua negara bagian tersebut. Di Johor Bahru kegiatan dilaksanakan di masjid Al Khidmah yang berlokasi di Kawasan Sungai Telor, Kota Tinggi. Kegiatan yang dilaksanakan sejak setelah Ashar dan berakhir jam 10 malam tersebut dihadiri sekitar 500 jama’ah, puluhan diantaranya jama’ah dari negara Singapura. Setelah selesai acara majlis zikir, rektor memberikan arahan kepada para pengurus Al Khidmah Johor Bahru tentang i’tikad kepada ulama salaf salih sekaligus kiat-kiat pengembangan kegiatan di Kota Tinggi.

PKM di Melaka dipusatkan di madrasah Syaikh Abdul Qadir Al Jailani yang berlokasi di Kampung Serkam, Merlimau. Madrasah ini berfokus kepada Pendidikan tahfidz al-Qur’an, namun ritual sehari-hari sangat kental dengan kegiatan sufisme sebab amalan hariannya mengadopsi bacaan-bacaan dari pondok pesantren Al Fithrah Surabaya. Kegiatan yang diadakan berupa pembinaan kepada para santri dan pengajar di madrasah tersebut, disempurnakan dengan diadakan majlis manaqib dan maulid khas Al Khidmah.

PKM di Thailand diisi dengan berkunjung ke kantor majlis agama Islam Yala. Disana rektor dan rombongan yang terdiri dari 6 orang langsung ditemui oleh ketua majlis agama Islam Yala, Babo Abdul Basith. Acara diisi dengan kegiatan formal dan diisambung dengan diskusi. Babo Abdul Basith menjelaskan tentang kondisi social dan keagamaan secara menyeluruh di Thailand Selatan. Sedangkan rektor memperkenalkan IAF, pondok pesantren Al Fithrah dan Jama’ah Al Khidmah. Dalam acara tersebut Babo Abdul Basith mengharapkan agar di kantornya diadakan haul akbar Yala seperti di negara Indonesia, Malaysia dan Singapura. Tawaran ini langsung disanggupi oleh rektor dan rombongan, secara itu kesempatan emas dan langka.

Lokasi PKM kedua diadakan di pondok Al Fatah Al Islami, Miding, Raman, Yala, pimpinan Babo Ali Mateeh ketua PCI NU Thailand. Dalam acara ini diadakan acara kirim do’a dan maulid dilanjutkan dengan tausiah dari rektor kepada seratusan jama’ah yang hadir, dilanjutkan dengan diskusi di rumah Babo Ali. Dalam acara diskusi ini disepakati bahwa kunjungan dalam rangka PKM IAF dan silaturahmi ini akan ditindaklanjuti dengan kunjungan balasan ke IAF pada bulan Januari tahun 2026.