Surabaya 18 Juli 2026, Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Institut Al Fithrah Surabaya Semester VI melakukan kegiatan Study Tour untuk menyelesaikan salah satu tugas akhir mata kuliah Kewirausahaan Pendidikan yang diampu oleh Ust. Pratama Surya Bagus Kusuma M.Si. Kegiatan ini menjadi salah satu media pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik di lapangan. Selama perkuliahan, mahasiswa telah mempelajari konsep kewirausahaan pendidikan, pengelolaan unit usaha sekolah, inovasi layanan pendidikan, serta strategi membangun kemandirian lembaga pendidikan. Melalui kunjungan ke Bank Syariah Indonesia (BSI), mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami bagaimana dunia perbankan syariah dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan lembaga pendidikan yang mandiri dan berkelanjutan.
Setibanya di kantor Bank Syariah Indonesia (BSI), rombongan mahasiswa disambut oleh pihak manajemen, dan dipersilahkan menuju ke ruang auditorium untuk pemaparan materi dan diskusi.
Pemaparan materi diawali dengan doa pembuka dan sambutan ketua pelaksana. Kanu Taru Ragansyah selaku kosma MPI Semester VI mengatakan; “Besar harapan kami agar melalui kegiatan ini kami tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan wawasan, pengalaman, serta gambaran nyata mengenai pengelolaan keuangan syariah, inovasi layanan perbankan, dan peluang kemitraan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan lembaga pendidikan di masa mendatang.”
Setelah itu dilanjut dengan sambutan dari pihak Bank Syariah Indonesia (BSI), Bapak Wisnu Hendrawan selaku Branch Manager KCP Surabaya Dharmahusada, belaiau menyampaikan: “Materi mata kuliah itu kalau bisa di kaitkan dengan kebutuhan perusahaan, teori tidak berlaku didunia kerja, skill lah yang berguna dan dibutuhkan.” Ditutup dengan tepuk tangan para audiens.
Memasuki acara terakhir yakni pemaparan materi mengenai profil perusahaan, prinsip-prinsip perbankan syariah, serta berbagai layanan yang ditawarkan kepada institusi pendidikan. Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan keuangan berbasis syariah, sistem pembayaran digital, layanan tabungan pelajar, pembiayaan pendidikan, hingga berbagai bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan antara lembaga pendidikan dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Dr. Rahadi Kristiyanto S.H. M.H. selaku narasumber, menyampaikan: “Dinamika pendidikan era disrupsi salah satunya adalah persaingan nasional, dan penurunan jumlah mahasiswa. Dengan itu konsep enterpreneural university antaranya pusat inovasi, inkubasi bisnis, pusat riset terapan, pemberdayaan masyarakat, pusat pengembangan ekonomi.” Beliau menutup dengan kata-kata; “Apapaun keinginanmu jadilah sales, agar mendapatkan tambahan yang tanpa rugi” Tepuk tangan dari para audiens ramai terdengar.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa semester VI juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya literasi keuangan syariah bagi calon pendidik dan pengelola lembaga pendidikan. Narasumber menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lembaga pendidikan yang sehat, transparan, dan akuntabel. Selain itu, mahasiswa dikenalkan pada berbagai inovasi layanan digital yang memudahkan transaksi keuangan di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi.
Tak hanya pemaparan materi, mahasiswa semester VI diajak untuk berkeliling melihat Usaha Micro hasil dari UMKM Masyarakat, mulai dari makanan ringan, minuman segar, dan fasion seperti tas, kerudung, baju, dan sepatu.
Secara keseluruhan, kegiatan Study Tour di Bank Syariah Indonesia (BSI) berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa Semester VI. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan mengenai kewirausahaan pendidikan, tetapi juga menumbuhkan jiwa edupreneur, meningkatkan literasi keuangan syariah, serta mempersiapkan mahasiswa menjadi calon pendidik dan pengelola lembaga pendidikan yang inovatif, profesional, dan mampu membangun kemitraan strategis demi terwujudnya lembaga pendidikan yang mandiri dan berdaya saing.