artikel ilmiah

PENGKLASIFIKASIAN PERPUSTAKAAN

Perpustakaan merupakan sarana penting dalam mendukung proses pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Agar koleksi bahan pustaka dapat dimanfaatkan secara efektif, perpustakaan memerlukan suatu sistem yang mampu mengelompokan dan menata bahan pustaka secara sistematis. Klasifikasi menjadi salah satu unsur terpenting dalam kegiatan temu kembali informasi, karena melalui proses inilah setiap  buku atau bahan pustaka ditempatkan sesuai subjeknya sehingga mudah ditemukan oleh pengguna. Suatu sistem klasifikasi dapat dilakukan dengan baik, apabila memenuhi persyaratan: (Saputro, 2017)

  1. Bersifat Universial yang dimana sistem klasifikasi yang baik jika dapat digunakan oleh berbagai pihak dari berbagai keilmuan.
  2. Terperinci yang dimana sistem klasifikasi yang baik adalah terperinci dalam membagi bidang-bidang ilmu pengetahuan, setiap subjek dan jenis buku dapat ditempatkan sesuai aturan dalam sistem klasifkiasi,
  3. Sistematis yang dimana sistem klasifikasi yang baik menggunakan sistem tertentu untuk memudahkan penggunanya.
  4. Fleksibel yang artinya sistem klasifikasi mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang bersifat dinamis.
  5. Mempunyai notasi yang sederhana, sistem klasifikasi yang baik menggunakan notasi yang sederhana dan mudah diingat, notasi merupakan simbol yang mewakili suatu subjek.
  6. Mempunyai indeks yang merupakan sarana dalam penelusuran notasi pada proses pengklasifikasian, indeks adalah suatu daftar kata atau istilah yang disusun secara sistematis dan mengacu pada suatu tempat.
  7. Mempunyai badan pengawas yang bertugas memantau dan mengawasi perkembangan bagan klasifikasi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.

Sistem klasifikasi sebgaia alat penggolongan subjek ilmu pengetahuan yang bersifat dinamis dan berkembang. Jika didalam perkembangan terdapat penemuan subjek-subjek baru, bagan klasifikasi dapat menampung subjek tanpa merusak struktur yang sudah tersedia. Apabila syarat sistem klasifikasi yang baik sudah terpenuhi sistem klasifikasi dapat memberikan manfaat secara optimal, baik bagi penggunaan maupun pustakawan. Cara mengklasifikasi buku perpustakaan:

  1. Tentukan subjek buku, Langkah pertama dalam mengklasifikasi buku adalah menentukan subjek utama dari buku tersebut. Subjek adalah topik utama yang dibahas dalam buku dan bisa ditemukan dengan menelaah daftar isi, pengantar, atau ringkasan buku.
  2. Gunakan sistem Dewey Decimal Classification (DDC), Setelah menentukan subjek buku, langkah selanjutnya adalah memberikan kode klasifikasi berdasarkan sistem Dewey Decimal Classification (DDC). DDC adalah sistem yang paling umum digunakan di perpustakaan dan membagi pengetahuan ke dalam 10 kategori utama, dari 000 hingga 900. Setiap kategori utama memiliki subkategori lebih spesifik.
  3. Tentukan kode pengarang, Setelah menentukan nomor klasifikasi DDC, langkah berikutnya adalah menambahkan kode pengarang. Kode pengarang biasanya terdiri dari tiga huruf awal dari nama belakang penulis.
  4. Tambahkan huruf pertama judul buku, Selain kode pengarang, menambahkan huruf pertama dari judul buku juga merupakan praktik umum.
  5. Labeling dan Input Data ke Sistem Komputer, Setelah menentukan semua kode yang diperlukan, langkah selanjutnya adalah mencatat kode tersebut dan menempelkan label pada buku.
  6. Penataan buku di rak, Dengan semua kode klasifikasi yang sudah ada, sekarang saatnya untuk menata buku di rak perpustakaan, buku-buku harus disusun berdasarkan kode DDC, diikuti dengan kode pengarang dan huruf judul.

Gunakan Sistem Online Public Access Catalog (OPAC), Terakhir, pastikan semua data buku yang sudah diklasifikasi dimasukkan ke dalam sistem OPAC perpustakaan. OPAC adalah sistem komputer yang memungkinkan pengguna untuk mencari buku secara online dengan memasukkan kata kunci seperti judul, penulis, atau subjek.[1]

Oleh: Siti Fadia dan Aan Rianto


[1] Sumber: https://pengadaan.penerbitdeepublish.com/cara-mengklasifikasi-buku-perpustakaan/. Diakses pada 14 November 2025.

author

Kampus Al Fithrah

Institut Al Fithrah Surabaya. Mendalamkan Spiritualitas Meluaskan Intelektualitas.