Komunitas SENJA Adakan Workshop dan Cangkruk Literasi dengan Tema “Sastra Sebagai Media Dakwah di Era Digital”

Berita event Info Akademik Workshop

Sabtu, 20 Agustus 2022. UKM SENJA salah satu organisasi kemahasiswaan STAI Al-Fithrah Surabaya mengadakan acara Workshop dan Cangkruk Literasi dengan tema “Sastra Sebagai Media Dakwah di Era Digital” yang dihadiri oleh para dosen khususnya bapak Dr. Ikhsan Kamil Sahri, M.Pd.I selaku pembina UKM SENJA dan juga Ust. Dr. H. Abdur Rosyid, M.Fil.I selaku rektor STAI Al-Fithrah Surabaya dan juga dihadiri oleh dua pemateri asal kota Mojokerto yaitu; Bapak Muhammad Saroni (guru SMK Swasta Brawijaya Mojokerto) dan Bapak Mohammad Asrori (Guru SMKN 2 Kota Mojokerto dan Ketua Biro Sastra Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto).

Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan pembacaan tawasul dan pembacaan Fiihubbi oleh Ust. Aufal Marom S.Ag. Kemudian diteruskan dengan acara sambutan yang diisi oleh Ust. Dr. H. Abdur Rosyid, M.Fil.I selaku ketua STAI Al-Fithrah Surabaya, yang di moderatori oleh Ust. Abdur Rohman S.Ag Selaku alumni Ketua SENJA ke 3. Selesai acara sambutan kemudian acara diisi dengan penyampaian materi oleh Muhammad Saroni selaku guru SMK Swasta Brawijaya Mojokerto dan dipandu oleh moderator. Dalam penyampaiannya beliau mengenalkan diri dan menerangkan tentang karyanya yang berjudul “Orang Miskin Harus Sekolah”.

Lanjutnya, Beliau juga mejelaskan tentang sastra dan dakwah yang menurutnya antara keduanya itu hampir mirip. tegasnya, beliau mengatakan Sastra berasal dari kata (sas dan tra) dari bahasa sansekerta yang artinya petunjuk dan sarana untuk mengajar. Beliau melanjutkan bahwa kalau sastra orang yang mengajak disebut “sastrawan”. Sedangkan kalau dakwah, orang yang mengajak disebut “Dai”. Tegasnya, beliau menjelaskan bahwa Walisongo juga dalam dakwahnya menggunakan sastra sebagai penarik pengikut pada zaman dahulu, salah satunya ialah seperti lagu Lir Ilir karya Sunan Kalijogo.
Beliau juga membacakan buku karya Cak Nun yang berjudul “99 Untuk Tuhanku” dan menjelaskan tentang makna yang terkandung didalamnya. Beliau juga tidak jarang membuka gurauan untuk mencairkan suasana. Kemudian beliau menutup pembicaraannya dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh bapak Mohammad Asrori selaku pengajar SMKN 2 Kota Mojokerto.

Dalam penyampaiannya Muhammad Asori menjelaskan mengenai sastra yang dijadikan media dakwah. Beliau mengatakan, bahwa dakwah tidak hanya dalam ranah islam saja. Tegasnya, Sunan Kalijaga pun mengadaptasi karya seni wayang sebagai media untul berdakwah. Beliau juga menjelaskan tentang langkah-langkah kepenulisan yang menurutnya meliputi outline (kerangka). Menurutnya, Seorang penulis tentunya harus tahu kerangka seperti apa yang akan ditulisnya. Kemudian langkah yang kedua yaitu memperhatikan latar belakang. Menurutnya seorang penulis harus menggambarkan latar belakang dahulu sebelum menulis sesuatu. Dan langkah yang terakhir yaitu jangan membuang tulisan yang terhenti. Tulisan yang terhenti bukan karena sudah tidak bisa dilanjutkan lagi, penulis bisa melanjutkannya kapan saja dan dimana saja.

Beliau juga menjelaskan tentang puisi yang berjudul “Aku Mencintaimu dengan Sederhana” karya dari sastrawan ternama yaitu bapak Sapardi Djoko Damono. Lanjutnya Muhammad Asrori menjelaskan bahwa puisi itu tidak harus banyak baris, ada juga puisi hanya cuma satu baris saja. Kemudian beliiau mengakhiri pembicaraanya dan acara dilanjutkan dengan ISHOMA.

Acara sesi kedua dimulai pada pukul 13.00 WIB yang diisi dengan pelatihan menulis semua peserta. Para peserta berantusias menulis puisi; dari puisi cinta hingga puisi tentang tuhan yang maha kuasa. Pelatihan tersebut didampingi oleh para pemateri yang akan memberikan hadiah kepada para peserta yang memiliki bakat menulis puisi terbaik pada acara tersebut.

Acara selesai sebelum Ashar dan terlaksana dengan sangat khidmat sampai akhir acara. Acara ditutup dengan pembacaan surat Al-Fatihah yang dipimpin oleh moderator kemudian diakhiri dengan pemberian sertifikat kepada pemateri serta foto bersama.

Leave a Reply