Surabaya, — Institut Al Fithrah Surabaya menggelar Technical Meeting Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (MASTA) 2026 pada Rabu (26/8) di lantai 4 Perpustakaan Institut Al Fithrah. Kegiatan ini menjadi pembekalan awal bagi mahasiswa baru sebelum mengikuti rangkaian Masa Ta’aruf, sekaligus menjadi momentum untuk mengenal lingkungan dan budaya kampus.
Technical Meeting diawali dengan registrasi peserta dan ziaroh di maqbaroh KH Achmad Asrori Al Ishaqy RA., kemudian dilanjutkan agenda berikutnya yang berlokasi di lantai 4 Perstakaan Institut Al Fithrah yakni pembagian serta perkenalan kelompok. Mahasiswa baru selanjutnya mendapatkan pemaparan Petunjuk Teknis (Juknis) MASTA 2026, sesi tanya jawab, serta arahan mengenai tugas yang perlu dipersiapkan. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sosialisasi BTN, Sistem Administrasi Akademik, dan Sistem Absensi Masta sebelum ditutup dengan foto bersama.

Pelaksanaan Technical Meeting menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa baru mengenai rangkaian kegiatan MASTA. Berdasarkan Juknis MASTA 2026, kegiatan Ta’aruf Mahasiswa Baru diarahkan untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan akademik, sosial, dan budaya kampus serta mengenal nilai-nilai yang dikembangkan Institut Al Fithrah.

Koordinator Pelaksana MASTA 2026, Muhammad Fairuz Zam Zami, mengatakan bahwa kegiatan MASTA tidak hanya menjadi sarana pengenalan kampus, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya Institut Al Fithrah dan membangun relasi dengan sesama mahasiswa baru.
“Tentunya adanya MASTA 2026 IAF ini tidak lain sebagai momen untuk mengenalkan bagaimana culture atau budaya dari institut kita tercinta, dan juga mengenalkan bagaimana kampus kita ini kepada teman-teman mahasiswa baru. Itu juga momen untuk saling mengenal antara calon mahasiswa baru yang satu dengan yang lainnya,” ujarnya.
Bagi mahasiswa baru, kegiatan Technical Meeting juga menjadi kesempatan untuk mulai mengenal lingkungan pendidikan yang akan menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka. Rizkia Putri Elok Maharani, mahasiswa baru asal Tuban, mengungkapkan bahwa salah satu alasannya memilih Institut Al Fithrah adalah keinginannya untuk memperoleh pendidikan yang berfokus pada ilmu pengetahuan sekaligus pengembangan akhlak dan nilai-nilai keagamaan.
Ia juga menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan sekaligus menerapkan ajaran-ajaran KH. Achmad Asrori Al Ishaqy RA. “Saya ingin melanjutkan dan mendapatkan ilmu pendidikan yang berfokus pada ilmu pengetahuan dalam pengembangan akhlak dan nilai-nilai keagamaan, dan saya ingin melanjutkan dan menerapkan ajaran-ajaran KH. Achmad Asrori Al Ishaqy RA,” ungkapnya.
Sementara itu, Muhammad Sultan Arial, mahasiswa baru asal Sidoarjo, mengaku antusias mengikuti Technical Meeting. Meski rangkaian kegiatan cukup padat, ia tetap menikmati kegiatan yang berlangsung. “Saya sangat berantusias sekali dan bersemangat. Walaupun kegiatannya banyak, tapi tetap seru, walaupun agak ngantuk,” tuturnya.
Melalui Technical Meeting ini, mahasiswa baru diharapkan memiliki kesiapan untuk mengikuti rangkaian MASTA sekaligus mulai memahami lingkungan, budaya, dan kehidupan akademik di Institut Al Fithrah. Hal tersebut sejalan dengan tujuan MASTA 2026 untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi serta memahami nilai dan budaya kampus.
Dengan pembekalan yang diberikan sejak awal, Technical Meeting menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademiknya di Institut Al Fithrah dengan kesiapan, kedisiplinan, dan semangat untuk mengenal lingkungan kampus lebih dekat.
