STAI AL FITHRAH KIRIMKAN DELEGASI KE WORKSHOP PENGUATAN MODERASI BERAGAMA

Berita Info Akademik

Dalam rangka penguatan paham Patrioisme, kebangsaan, keindonesiaan, serta cinta NKRI, KEMENAG RI menyasar 40 Mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa, Madura, dan Nusa Tenggara Barat.

Prof. Dr. Suyitno M. Ag, direktur DIKTIS KEMENAG RI, dalam opening speechnya menyampaikan banyak sekali alasan pentingnya moderasi beragama bagi kalangan kawula muda, khususnya mahasiswa, penerus keberlangsungan masa depan negara.

“Maka, harapan kami, Workshop Penguatan Moderasi Beragama ini tidak hanya berhasil secara seremonial, tapi bisa dipraktikkan di lingkungan masing-masing peserta, dan setelah para peserta kembali ke kampus masing-masing, konsep moderasi beragama bisa dikaji dan dogodok lebih dalam lagi, ikut berperan menyiapkan generasi bangsa yang cinta NKRI” 

STAI Al Fithrah Surabaya sendiri, mengirimkan Lifa Ainur Rahmah sebagai delegasi  Workshop Penguatan Moderasi Beragama, yang berlangsung pada tanggal 28-30 Maret 2022 di Hotel Santika, Pekalongan.

Acara ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara nasional oleh Kementrian Agama RI, Direktorat Jendral Pendidikan Islam, melalui Direktorat Pendidikan tinggi Keagamaan Islam.

Untuk mengimbangi delegasi terbaik yang dikirimkan masing-masing kampus, seluruh pemateri-narasumber, bahkan instruktur workshop merupakan orang-orang yang kompeten dan berkualifikasi.

Ada Savic Ali, sebagai pemateri pembuka di hari ke dua,  meskipun secara daring, materi dan sesi diskusi dengan pimred nu.or.id-islami.co itu dianggap cukup penting, mengingat media online – media sosial adalah medan perang yang baru bagi umat manusia, medan perang yang cukup berbahaya.

“Maka mahasiswa dan kawula muda yang moderat adalah kunci dan ujung tombak dalam memfilter paham ekstrim yang bertebaran”. Tandas pimpinan redaksi nu.or.id – islami.co itu

Bersama Savic Ali, mahasiswa diajak untuk sama-sama membuka kran konten-konten yang positif, menjernihkan kembali apa-apa yang keruh di banyak kanal media, dan tentu saja dibarengi dengan materi-materi yang memantabkan teori moderasi beragama, meliputi peta pergerakan Islam di tengah ideologi transnasional sekaligus penyiapan perempuan sebagai arsitek peradaban yang diinisiasi oleh Dr. Siti Rofiah, MH (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang),

“Konsep moderasi beragama yang banyak diperbincangkan tanpa melibatkan pemberdayaan bagi kaum perempuan akan sama saja hasilnya” tambah Rofiah dalam sesi diskusinya.

Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan DR. Hasanuddin Ali (Alvara Institute) yang menampilkan indeks moderasi beragama di Indonesia “Ada tiga kelompok yang rentan terpapar, Perempuan, masyarakat urban dan gen z”

 Diperkuat lagi oleh Hasibullah Satrawi (Direktur Aliansi Indonesia Damai (AIDA)), analisis Stakeholders Moderasi Beragama, yang memaparkan pola pikir-pergerakan mereka yang berpahaman ekstrim.

 Dipungkasi dengan Prof. Dr.  Ahmad Zainul Hamdi, M. Ag yang memaparkan Islam, Pancasila dan Kebangsaan.

“Pancasila adalah ideologi yang dipersiapkan matang-matang, yang selaras dengan tradisi dan budaya bangsa kita. Maka mencintai negeri ini dengan semangat pancasila, adalah kewajiban kita semua” tandasnya.

Sebagai penutup, Lifa Ainur Rahmah menyampaikan harapannya kepada semua mahasiswa untuk terus bersikap moderat  dan mencintai NKRI sesuai dengan semangat pancasila.

“Harapannya, acara yang serupa bisa terselenggara secara rutin dan intens setiap tahunnya, sebab, bagi saya program ini merupakan program unggulan untuk menyiapkan generasi bangsa dengan SDM unggul di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Indonesia, khususnya di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Fithrah Surabaya” pungkasnya. (Lifa A)

Leave a Reply