Pers Mahasiswa Hadapi Tantangan Independensi di Era Digital dalam Workshop LPM Senja

1 minute, 38 seconds Read

Surabaya—Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Senja menggelar workshop bertajuk “Ruang Diskusi tentang Etika, Independensi, dan Tantangan Pers Mahasiswa di Era Digital”. Kegiatan tersebut membahas pentingnya menjaga independensi dan etika jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital. Workshop ini menghadirkan Izzatun Najibah, jurnalis dari Kompas.com, sebagai pemateri.
Kegiatan ini membahas berbagai persoalan yang dihadapi pers mahasiswa saat ini, mulai dari independensi media kampus, kode etik jurnalistik, hingga tantangan media digital seperti hoaks, misinformasi, doxing, dan budaya pemberitaan serba cepat.

Dalam pemaparannya, Izzatun Najibah menjelaskan bahwa pers mahasiswa memiliki fungsi sebagai watchdog atau pengawas sosial di lingkungan kampus. Pers mahasiswa dinilai harus mampu mengawasi kebijakan birokrasi kampus, transparansi dana kemahasiswaan, hingga berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan akademik.
“Pers mahasiswa idealnya tetap independen dan tidak menjadi alat kelompok tertentu,” jelasnya saat menyampaikan materi.


Selain membahas independensi, workshop juga menyoroti pentingnya penerapan kode etik jurnalistik dalam proses peliputan dan penulisan berita. Materi yang disampaikan mencakup prinsip keberimbangan berita, verifikasi informasi, perlindungan narasumber, hingga pentingnya hak jawab dan hak koreksi.
Peserta juga diajak memahami tantangan pers di era digital, terutama dilema antara kecepatan dan akurasi dalam penyebaran informasi. Fenomena homeless media, hoaks, serta tekanan media sosial disebut menjadi tantangan baru yang harus dihadapi jurnalis muda, termasuk pers mahasiswa.
Tidak hanya itu, pemateri turut menjelaskan teknik dasar jurnalistik seperti observasi, wawancara, penggalian literatur, hingga struktur penulisan berita yang meliputi headline, lead, body, dan ekor berita.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai etika jurnalistik dan posisi pers mahasiswa di tengah tekanan birokrasi kampus. Salah satu isu yang menjadi perhatian peserta adalah dilema pers mahasiswa ketika harus memberitakan fakta yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di lingkungan kampus.
Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya pers yang kritis, independen, dan bertanggung jawab di era digital.Ia juga berpesan kepada mahasiswa yang ingin terjun ke dunia jurnalistik untuk memiliki kesiapan mental serta menjaga profesionalitas dalam bekerja.
“Harus kuat-kuat mental saja sih. Kita harus bisa mengontrol emosi kita dan tetap profesional,” katanya.

author

Kampus Al Fithrah

Institut Al Fithrah Surabaya. Mendalamkan Spiritualitas Meluaskan Intelektualitas.

Enable Notifications OK No thanks