Lombok — Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) resmi menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) pada 5–7 Desember 2025 di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang mengangkat tema “Wujud Nyata BEM PTNU untuk Negeri” ini dihadiri oleh ratusan delegasi dari berbagai kampus NU di Indonesia, termasuk delegasi dari Institut Al Fithrah (IAF) Surabaya dalam hal ini diwakili oleh Presiden BEM terpilih 2025-2026 saudara Muhammad Sholehuddin.
Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi mahasiswa NU dari seluruh Indonesia. Dengan rangkaian kegiatan dimulai pada hari pertama dengan acara pembukaan yang berlangsung khidmat. Seluruh delegasi berkumpul, saling memperkenalkan diri, dan membangun komunikasi awal sebagai wujud penguatan jejaring antar BEM PTNU. Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNU NTB menyampaikan pesan yang sangat apik. “Kekuatan sebuah hubungan lahir dari silaturahmi. Seluruh BEM PTNU akan menjadi lebih solid jika kita bersatu dan bila kamu telah berada di barisan terdepan, tampakkanlah dirimu, meski harus terlihat di antara ribuan debu sekalipun” ungkapnya. Pesan tersebut memberi semangat bagi para peserta untuk semakin berani mengambil peran dalam organisasi.
Pada hari kedua, acara berlanjut dengan Seminar Nasional yang menghadirkan tokoh akademik dan praktisi dari berbagai sektor. Seminar kemudian dilanjutkan dengan sidang Mukernas yang menghasilkan empat sektor fokus BEM PTNU untuk tahun mendatang, yakni leadership, ketahanan pangan, ekonomi dan entrepreneur, serta influencer movement. Delegasi dari Institut Al Fithrah Surabaya secara khusus berpartisipasi dalam sektor leadership dan ketahanan pangan.

Muhammad Sholehuddin selaku delegasi Institut Al Fithrah Surabaya menekankan pentingnya kepemimpinan moderat sebagai karakter mahasiswa NU dengan kepemimpinan inklusif, terbuka, dan mampu merangkul perbedaan serta mendorong lahirnya arah baru bagi BEM PTNU dan BEM internal kampus yang tetap berpegang pada nilai ke-NU-an. Selain itu, Muhammad Sholehuddin juga mengusulkan pengelolaan pangan berkelanjutan melalui optimalisasi bahan, pengurangan sampah, dan gerakan zero waste, sebagai upaya menjawab isu lingkungan global dan mendorong mahasiswa untuk memulai langkah ekologis sederhana dari lingkungan kampus.

Kegiatan hari ketiga ditutup dengan agenda pengenalan budaya melalui kunjungan ke berbagai destinasi ikonik di Lombok, memberikan pengalaman baru sekaligus mempererat hubungan antardelegasi. Momentum ini menjadi penutup yang hangat bagi seluruh rangkaian Mukernas BEM PTNU 2025, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk terus berkontribusi, menjaga persatuan, dan membawa semangat perubahan positif bagi organisasi serta negeri. -MS