Dari Hoax, menjadi Sufisme sampai Personal Branding, Peserta Maba Diajak Jadi Agent of Change

MASTA 2025 Hari Pertama : Dari Hoax, menjadi Sufisme sampai Personal Branding, Peserta Maba Diajak Jadi Agent of Change

Rabu, 3 September 2025, rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf (MASTA) di Institut Al Fithrah berlanjut pada sesi siang hari. Bertempat di aula lantai 4, acara diawali oleh arahan dari Bapak Muhammad Munir, M.Sos., yang menekankan pentingnya kedisiplinan peserta sebelum memasuki materi inti.

Sesi pertama menghadirkan orasi budaya akademik dengan tema “Menjadi Mahasiswa Berintegritas dan Kritis.” Materi disampaikan oleh Kak Siti Lailatul Fitriani S.d, dan dimoderatori oleh Kak Ridho (mahasiswa prodi IAT semester 5). Dalam penyampaiannya, narasumber lulusan prodi PGMI dengan predikat Cumlaude tersebut memberikan wawasan bahwa menjadi mahasiswa merupakan sebuah keistimewaan. “Kuliah bukan hanya soal menjadi pintar, tapi juga bagaimana mengubah pola pikir” ujarnya. Ia mendorong mahasiswa baru (maba) untuk mengambil peran sebagai Agent of Change.

Diskusi berlangsung interaktif, misalnya ketika narasumber mengajak peserta menganalisis sebuah poster untuk membedakan informasi yang kredibel dari hoaks. Melalui kegiatan itu, mahasiswa diberi ilmu tentang tujuh jenis mis dan disinformasi, serta diberikan tugas sekaligus apresiasi berupa hadiah kecil bagi yang aktif berpartisipasi.

Sesi ini ditutup dengan pesan inspiratif dari Tan Malaka yang dikutip narasumber: “Terbentur, terbentur, terbentuk.” Beliau mengingatkan tema Masta 2025 bahwa mahasiswa harus religius dalam hati dan humanis dalam aksi.

Memasuki materi kedua, peserta disuguhkan dua topik : “Indonesian Sufisme” yang disampaikan oleh Dr. Kusroni M.Thi., serta “Personal Branding” yang dibawakan oleh Bu Lia Hilyatul Masrifah S.Th.I., M.A., dengan moderator Kak Mujib (mahasiswa prodi KPI semester 5).

Dr. Kusroni M.Th.I menyampaikan bahwa mahasiswa adalah generasi yang sangat dibutuhkan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa spiritualitas dan intelektualitas harus berjalan beriringan. “Mahasiswa harus banyak membaca agar intelektualitasnya semakin luas. Anda berada di tempat yang tepat untuk menumbuhkan itu semua” tegasnya.

Sementara itu, Bu Lia (Dosen prodi KPI) mengajak mahasiswa baru untuk merefleksikan diri melalui materi personal branding. Beliau memberi beberapa kiat dan proses pembentukan kepribadian, perbedaan individu, dan pentingnya mindset positif. Materinya diperkuat dengan teori self-efficacy dan exercise of control dari Locke  (1997). Sesi terakhirnya ditutup dengan sebuah kutipan dari Albert Bandura (1997) yang mengingatkan mahasiswa tentang pentingnya keyakinan diri dalam menghadapi tantangan. Dari penyampaian yang beragam dan interaktif, sesi siang MASTA 2025 hari pertama memberikan bekal awal yang berharga bagi mahasiswa baru untuk memahami peran dan identitas mereka.

author

Kampus Al Fithrah

Institut Al Fithrah Surabaya. Mendalamkan Spiritualitas Meluaskan Intelektualitas.