Mahasiswa Ilmu Tasawuf Institut Al Fithrah Belajar Dimensi Kejiwaan

Mahasiswa Ilmu Tasawuf Institut Al Fithrah Belajar Dimensi Kejiwaan dan Spiritualitas di RSJ Menur Surabaya

2 minutes, 23 seconds Read

Surabaya, 3 Juni 2025 — Mahasiswa Program Studi Ilmu Tasawuf semester 4 Institut Al Fithrah Surabaya melaksanakan kunjungan akademik ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai psikologi, dimensi kejiwaan, dan spiritualitas. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran integratif antara aspek keilmuan tasawuf dan psikologi klinis yang sangat relevan dengan tantangan kehidupan modern.

Acara dimulai pukul 13.15 WIB dan sambutan dari institut Al Fithrah Surabaya di pimpin oleh Rektor Institut Al Fithrah, Dr. H. Rosidi, M.Fil.I, yang juga bertindak sebagai ketua rombongan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya memahami kesehatan jiwa sebagai bagian dari dimensi spiritualitas Islam, sebagaimana yang diajarkan dalam tasawuf. “Kesehatan mental tidak hanya persoalan medis, tetapi juga berkaitan dengan penyucian jiwa dan kedekatan spiritual kepada Tuhan,” ujarnya. Rektor juga mengharapkan keberlanjutan praktek ini kepada generasi-generasi berikutnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Mumun Zurida Emilia, S.Km., M.Kes., yang memberikan pengantar tentang pentingnya kunjungan ini sebagai upaya menyelaraskan dimensi keilmuan dan empati sosial mahasiswa.

Sesi utama diisi oleh psikolog klinis ahli madya, Mohammad Irsad, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang menyampaikan materi mendalam bertajuk “Dimensi Kejiwaan dan Spiritualitas dalam Perspektif Psikologi Klinis.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai konsep mulai dari kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient), dinamika gangguan kepribadian, sampai pendekatan positif terhadap kesehatan mental melalui konsep P3LP (Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis). Ia juga mengaitkan nilai-nilai tasawuf dengan realitas psikologis kontemporer, menjembatani antara sufisme klasik dengan tantangan kehidupan modern.

“Kesehatan jiwa bukan hanya tidak adanya gangguan, tetapi kemampuan individu untuk berfungsi secara optimal, menyadari potensi dirinya, dan menjalani kehidupan dengan makna,” tegasnya.

Setelah sesi pemaparan, mahasiswa melakukan sesi foto bersama dan mendapatkan kesempatan berkeliling ke beberapa unit pelayanan seperti instalasi rehabilitasi mental, poli psikologi klinis, dan unit Napza. Kunjungan ini memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk memahami realitas pasien dan pentingnya empati serta keterlibatan spiritual dalam proses penyembuhan.

Didampingi dosen mata kuliah Psikologi Tasawuf Bpk. Muhammad Munir, M.Sos., dan Rektor Institut Al Fithrah Dr. H. Rosidi, M.Fil.I, kegiatan ini merupakan Kunjungan pertama kali mahasiswa Prodi Ilmu Tasawuf setelah memenuhi pembelajaran di kelas semester 4.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen pembelajaran akademik, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan spiritual para mahasiswa. Banyak dari mereka mengaku bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan lingkungan rumah sakit jiwa membuka perspektif baru mengenai penderitaan, ketabahan, dan pentingnya pendampingan yang holistik terhadap individu dengan gangguan kejiwaan. Mereka menyadari bahwa ilmu tasawuf, dengan ajaran tentang empati, ketenangan batin, dan kedekatan dengan Ilahi, memiliki peran signifikan dalam menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam refleksi singkat yang dilakukan usai kunjungan, para mahasiswa menyampaikan bahwa pembelajaran seperti ini lebih membekas dibandingkan kuliah di kelas. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin, bahkan dikembangkan dalam bentuk kolaborasi riset atau program pengabdian kepada masyarakat berbasis spiritual healing. Dosen pendamping menyatakan bahwa pendekatan interdisipliner antara tasawuf dan psikologi klinis akan terus dikembangkan sebagai model pembelajaran unggulan Prodi Ilmu Tasawuf Institut Al Fithrah Surabaya.

author

Kampus Al Fithrah

Institut Al Fithrah Surabaya. Mendalamkan Spiritualitas Meluaskan Intelektualitas.