Institut Al Fitrah Surabaya (IAF) sukses menyelenggarakan Kongres Organisasi Mahasiswa (Ormawa) pada Kamis, 25 September 2025 M di Ruang Auditorium Lantai 2 Gedung IAF. Acara yang diprakarsai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Dr. Chafid Wahyudi, M.Ag., President BEM Siti Sofia, serta seluruh delegasi Ormawa dari berbagai unit di lingkungan kampus.
Kongres dibuka pukul 10.35 WIB oleh pemandu acara Nur Kusmiati dan Khoirun Nisa, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh M Ainur Ridho dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama seluruh peserta. Sambutan pertama disampaikan oleh President BEM Siti Sofia yang berharap forum kongres mampu menjadi wadah penguatan mahasiswa agar lebih baik dan estafet kepemimpinan dapat berjalan dengan baik di periode mendatang. Sambutan berikutnya datang dari Wakil Rektor III Dr. Chafid Wahyudi, M.Ag., yang menekankan pentingnya konsistensi Ormawa dalam menjalankan program kerja sesuai perencanaan awal serta menjelaskan kembali posisi strategis lembaga mahasiswa di Institut Al Fitrah.

Agenda inti dimulai dengan sidang tata tertib yang resmi dibuka pada pukul 10.48 WIB oleh presidium sementara, yaitu M Ainur Ridho, Arinatul Faiqoh, dan Andhien Imel Juliya. Setelah berlangsung selama tiga jam, sidang menghasilkan penetapan presidium tetap yang terdiri dari M Mujib Murtadho sebagai Presidium I, M Qurdhi Ardiyansyah sebagai Presidium II, dan Noor Avia Nafisa sebagai Presidium III. Pada kesempatan yang sama, tata tertib kongres periode 2025 – 2026 juga disahkan. Sidang pertama kemudian ditutup pada pukul 13.15 WIB dengan istirahat, shalat, dan makan siang.
Setelah jeda, kongres kembali dilanjutkan pada pukul 14.15 WIB dengan agenda evaluasi pedoman Ormawa yang dipimpin oleh presidium tetap. Sidang berjalan intensif selama delapan jam dengan suasana yang tertib, khidmat, dan penuh musyawarah. Tepat pukul 20.52 WIB, kongres resmi menetapkan dan meresmikan Pedoman Ormawa periode 2025 – 2026 sebagai hasil evaluasi dari pedoman periode sebelumnya. Acara ditutup pada pukul 21.07 WIB dengan doa penutup dan sesi foto bersama yang diikuti oleh seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam memperkuat roda organisasi mahasiswa.
Secara keseluruhan, kongres yang berlangsung dengan tenang dan kondusif ini menjadi bukti keseriusan mahasiswa Institut Al Fitrah Surabaya dalam memperbaiki tata kelola organisasi. Dengan lahirnya pedoman baru, Ormawa diharapkan dapat terus berkembang sebagai wadah aspirasi mahasiswa dan mitra strategis kampus dalam mencetak generasi yang aktif, kritis, dan berintegritas.