Al-Fithrah Gelar Seminar Pengabdian Masyarakat

Institut Al-Fithrah Gelar Seminar Pengabdian Masyarakat tentang Spiritualitas Generasi Muda dan Moderasi Beragama

Surabaya – Institut Al-Fithrah gelar seminar dalam rangka Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Peningkatan Spiritualitas Generasi Muda sebagai Upaya Penguatan Moderasi Beragama” bersama Komunitas Sang Juara (KSJ) Cabang UINSA. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Lantai 4 Institut Al-Fithrah Surabaya.

Acara diawali dengan pembukaan oleh moderator dan pembacaan Ummul Kitab. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari pendiri Komunitas Sang Juara, Moh. Ilham. Dalam sambutannya, ia memperkenalkan KSJ sekaligus mengajak para peserta untuk menghargai proses dalam meraih keberhasilan dan senantiasa bersyukur atas kebaikan yang dimiliki.

“Jika kita juara, jangan lupa prosesnya dan berbahagialah dengan kebaikan yang ada,” demikian pesan yang disampaikan Moh. Ilham dalam sambutannya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan KSJ Cabang Madura. Ia membagikan pengalaman mengenai pentingnya komunikasi serta perkembangan komunitas KSJ. Ia juga menekankan bahwa setiap usaha perlu dilakukan dengan kesungguhan dan konsistensi. Langkah kecil yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu seseorang mencapai tujuan yang diharapkan.

Memasuki acara inti, salah satu dosen Institut Al-Fithrah menyampaikan materi mengenai pentingnya memiliki prinsip dan semangat belajar, khususnya dalam mempelajari filsafat. Pemaparan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda agar memiliki landasan berpikir yang kuat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang membahas sejumlah persoalan sosial dan keagamaan. Salah satu peserta dari KSJ Cabang UINSA asal Sidoarjo mengajukan pertanyaan mengenai persoalan ekonomi. Pembahasan tersebut dikaitkan dengan prinsip wa ta‘āwanū ‘alal birri wat taqwā, yang mengandung makna ajakan untuk saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan.

Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh seorang mahasiswa asal Medan mengenai dinamika budaya. Dalam menanggapi pertanyaan tersebut, Ustaz Abu Sari menjelaskan pentingnya memahami keberagaman budaya dan menghindari diskriminasi terhadap kelompok marginal.

Selain itu, seorang mahasiswi mengajukan pertanyaan mengenai dinamika fikih. Pembahasan mengangkat pemikiran K.H. Ahmad Sahal Mahfudh tentang fikih sosial serta pengalaman Ustaz Abu Sari dalam lingkungan pendidikan, khususnya terkait kajian pemikiran dalam ilmu filsafat.

Menjelang akhir acara, Moh. Ilham menyampaikan pesan penutup kepada para peserta agar memanfaatkan masa muda untuk terus berusaha dan menebarkan kebaikan. Ia mengingatkan bahwa kebaikan yang ditanam hari ini dapat memberikan manfaat pada masa mendatang.

Kegiatan ditutup oleh moderator dengan menyampaikan refleksi atas materi yang telah dibahas serta mengaitkannya dengan pengalaman dan pemaparan Ustaz Abu Sari, yang merupakan dosen Institut Al-Fithrah sekaligus pengasuh pesantren di Madura.

Melalui seminar ini, generasi muda diharapkan semakin memahami pentingnya penguatan spiritualitas, sikap saling menghargai, dan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

author

Kampus Al Fithrah

Institut Al Fithrah Surabaya. Mendalamkan Spiritualitas Meluaskan Intelektualitas.

Enable Notifications OK No thanks