SURABAYA – Institut Al Fithrah (IAF) Surabaya menggelar Majelis Dzikir dan Maulidurrasul SAW dalam rangka memperingati Dies Maulidiyah XIX pada Ahad malam (26/7/2026) di Kampus Institut Al Fithrah Surabaya, Jalan Kedinding Lor No. 30. Kegiatan tahunan ini menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan institusi selama 19 tahun sekaligus momentum memperkuat nilai-nilai sufisme di lingkungan akademik dan meneguhkan komitmen transformasi menuju universitas.
Majelis dihadiri oleh keluarga ndalem, para habaib, ulama, tokoh masyarakat, civitas akademika, mahasiswa, serta tamu undangan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan panitia yang terdiri atas pengurus dan anggota Al Khidmah Institut Al Fithrah, dosen, serta organisasi mahasiswa (ORMAWA). Acara juga terselenggara melalui kolaborasi dengan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Jamaah Al Khidmah Surabaya, Takmir Masjid Shirothol Mustaqim, masyarakat sekitar, dan UKHSAFI Copler Community.
Rangkaian majelis diawali dengan pembacaan tawasul, istigasah, Surah Yasin, manaqib, tahlil, serta doa bersama. Suasana berlangsung semakin khidmat saat pembacaan Maulidurrasul SAW. Seluruh jamaah tampak mengikuti setiap lantunan dengan penuh kekhusyukan sehingga menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam.
Dalam sambutannya, Dr. H. Rosidi, M.Fil.I. mewakili panitia dan jamaah menyampaikan bahwa Dies Maulidiyah XIX memiliki makna yang istimewa karena bertepatan dengan proses transformasi Institut Al Fithrah menjadi universitas.
“Kita patut bersyukur, saat ini Institut Al Fithrah sedang dalam proses transformasi menuju universitas. Ini adalah langkah besar untuk memperluas manfaat pendidikan bagi umat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para habaib, tokoh masyarakat, unsur TNI dan Polri, pejabat pemerintah, serta perwakilan berbagai perguruan tinggi yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Mauidhoh hasanah kemudian disampaikan oleh Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, S.H., M.Hum. Dalam tausiyahnya, ia mengajak mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan sebagai kesempatan terbaik untuk menuntut ilmu, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Waktunya mahasiswa adalah belajar, bukan untuk menunda-nunda. Inilah masa-masa emas untuk menguasai ilmu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Afif menjelaskan bahwa Institut Al Fithrah memiliki identitas yang kuat sebagai perguruan tinggi berbasis tasawuf. Nilai-nilai yang diwariskan oleh Hadhratus Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqy RA menjadi ciri khas yang membedakan IAF dari perguruan tinggi lainnya sekaligus menjadi landasan dalam mencetak lulusan yang unggul secara intelektual, spiritual, dan berakhlak mulia.

Rangkaian Dies Maulidiyah XIX ditutup dengan doa Bihaqqil Fatihah yang dipimpin oleh Agus Muhammad Qushay Qarravy Al Ishaqy. Melalui peringatan ini, Institut Al Fithrah tidak hanya mengenang perjalanan pengabdiannya selama 19 tahun, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang memadukan keunggulan akademik dengan nilai-nilai sufisme dalam mewujudkan transformasi menuju universitas.
Ketua Pelaksana, Muhammad Ulil Albab, mewakili seluruh panitia menyampaikan terima kasih kepada keluarga ndalem, para habaib, Yayasan Al Khidmah Indonesia, Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Jamaah Al Khidmah di berbagai tingkatan, UKHSAFI Copler Community, unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, para dermawan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga rangkaian Dies Maulidiyah XIX dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan serta berharap seluruh ikhtiar yang dilakukan menjadi amal saleh dan membawa keberkahan bagi perkembangan Institut Al Fithrah Surabaya.