Alhamdulillah, Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Tasawuf (HMP Ilmu Tasawuf) Institut Al Fithrah (IAF) Surabaya sukses menggelar acara (BINTARA) Bincang Tasawuf Remaja dengan mengusung tema: “Kembali ke Aku: Menemukan Identitas & Eksistensi Diri melalui Tasawuf.”
Suasana acaranya yang berlangsung khidmat di Pendopo Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya terasa begitu syahdu. pada hari Kamis malam jumat 11 Desember 2025, ini dipenuhi suasana reflektif, seiring dengan rintikan hujan yang mengguyur sejak petang seolah melarutkan segala hiruk-pikuk dan kebisingan arus informasi era digital yang serba cepat, menciptakan ruang hening yang sempurna bagi para peserta untuk menapaki jalan pulang ke dalam diri. Keadaan ini disambut baik oleh panitia dan peserta, yang meyakini bahwa hujan tersebut adalah limpahan barokah dan rahmat ilahi.
Acara dimulai pada pukul 21.00 WIB, diawali dengan pembukaan yang dibawakan Host. Pembukaan ini diikuti dengan tawasul yang dipimpin oleh Pres-BEM Institut Al-Fithrah (IAF) Surabaya, Muhammad Sholehuddin yang juga merupakan moderator dalam kegiatan ini. Kegiatan tersebut dibagi menjadi empat sesi.
Sesi pertama adalah penyampaian materi dan tampil sebagai narasumber utama, Ustadz Husni Adabi, S.Ud., M.Pd., Dosen Program Studi Ilmu Tasawuf Institut Al Fithrah (IAF) Surabaya, dengan tutur kata yang menenangkan dan inspiratif, mengajak audiens untuk menyadari bahwa kegelisahan hidup modern seringkali berakar dari ketidakhadiran eksistensi diri yang sejati.
“Tasawuf bukanlah warisan kuno yang tersimpan di rak buku. Ia adalah tools hidup dan perangkat lunak batiniah yang kita butuhkan untuk membangun kesadaran tingkat tinggi. Di tengah derasnya informasi, kita harus berani me-time secara spiritual, dan menemukan kembali ‘Aku’ yang berasal dari Allah, agar eksistensi kita lebih bermakna dan luhur,” jelas Ustadz Husni.
Sesi kedua adalah diskusi tanya jawab, di mana peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada pemateri. Diskusi ini dipimpin oleh moderator dan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta, yang terdiri dari santri putra-putri dan mahasiswa Institut Al Fithrah (IAF) Surabaya, tampak sangat aktif dalam menyampaikan pertanyaan dan berbagi pendapat mengenai problem tentang diri mereka yang belum menemukan identitas & eksistensi diri melalui Tasawuf. Sesi ini memberikan ruang bagi mereka untuk memperdalam pemahaman mereka tentang materi yang telah disampaikan dan mendapatkan jawaban langsung dari ahli.
Sesi ketiga salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah ‘Refleksi dalam Gelap’, di mana peserta diajak untuk melakukan kontemplasi dan refleksi diri dalam kondisi minim cahaya, bertujuan untuk memutuskan distraksi eksternal dan fokus pada suara batin.
Para peserta didorong untuk memandang Tasawuf sebagai metode praktis untuk meningkatkan kualitas diri, membangun kesadaran spiritual, dan menghadirkan eksistensi yang lebih bermakna dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi terakhir adalah penutup, di mana acara diakhiri dengan para peserta diminta untuk merefleksikan dirinya melalui kertas kosong dan sesi foto untuk mengabadikan momen berharga tersebut. Peserta tampak puas dan bersemangat setelah mengikuti seluruh rangkaian acara. Mereka merasa mendapatkan wawasan baru tentang “Menemukan Identitas & Eksistensi diri melalui Tasawuf” dan bagaimana ajaran tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan mereka.
Melalui kegiatan ini, HMP Ilmu Tasawuf Institut Al Fithrah Surabaya berharap dapat mematahkan stigma bahwa Ilmu Tasawuf hanya untuk kalangan tua. Sebaliknya, mereka menunjukkan bahwa ajaran tentang penyucian jiwa ini adalah panduan fundamental bagi kaum muda untuk menemukan diri yang sejati dan menjadi manusia yang lebih luhur.