Surabaya – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Al Fithrah Surabaya menggelar Rapat Kerja (Raker) di Auditorium Lantai 2 sebagai langkah awal menyusun arah gerak organisasi untuk satu tahun kepengurusan ke depan. Sebanyak 26 anggota hadir mewakili divisi Media, Pendidikan, Sosial, Riset, serta Jaringan dan Kerja Sama. Masing-masing divisi membawa rancangan program kerja yang kemudian dipaparkan dan dibahas secara terbuka, menciptakan suasana diskusi yang hidup dan penuh gagasan.
Acara semakin bermakna ketika digelar prosesi serah terima jabatan dari ketua BEM sebelumnya, Siti Shofiyah, kepada ketua baru, Muhammad Sholehuddin. Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat kepemimpinan baru resmi dimulai. Dalam pesannya, Siti Shofiyah menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan kepercayaan antar pengurus selama menjalankan amanah organisasi. “Saya harap semua bisa menjaga kepercayaan satu sama lain,” ucapnya.
Raker kali ini juga dihadiri oleh Dr. Chafid Wahyudi selaku Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan. Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa setiap program kerja harus lahir dari persoalan nyata yang ada di masyarakat maupun lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa BEM tidak boleh hanya sekadar menyusun kegiatan, tetapi harus mampu menghadirkan solusi. “Program kerja itu melihat persoalan yang ada di masyarakat. Program kerja itu berangkat dari suatu permasalahan,” tuturnya memberikan penekanan.
Sementara itu, ketua BEM baru, Muhammad Sholehuddin, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat budaya literasi mahasiswa sebagai fokus utama selama kepengurusannya berlangsung. Baginya, pengembangan budaya akademik menjadi pondasi penting bagi kemajuan kampus. “Saya akan mengembangkan budaya kampus kita ini dengan literasi mahasiswa,” ungkapnya.
Rapat kerja ini ditutup dengan kesepakatan bersama untuk membawa BEM Institut Al Fithrah menjadi organisasi yang lebih aktif, responsif, dan berdaya guna. Dengan semangat baru dan visi yang selaras, para pengurus optimis mampu menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.