Studi Banding STAIN Kediri Ke STAI Al-Fithrah

Berita

 

Sekitar 40 mahasiswa prodi Akhak Tasawuf (AT) STAIN Kediri melakukan Studi Banding ke prodi Akhlak Tasawuf, STAI AL FITHRAH SURABAYA pada Sabtu, 3 Juni 2017. Tujuan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan silaturahim dan kerjasama antar mahasiswa prodi AT. Pada sisi lain, STAIN Kediri memilih STAI Al-Fithrah Surabaya  sebagai tujuan studi banding karena prodi Akhlak Tasawuf di STAI Al-Fithrah dipandang sebagai prodi pertama di Indonesia, didirikan pada tahun 2008.

Dalam acara yang dikemas dengan tema, “Memeperoleh Wawasan untuk Meningkatkan Kualitas Mahasiswa Prodi Akhlak dan Tasawuf dalam membentuk Karakter Progresif” tersebut, selain saling mempelajari tentang visi dan misi serta kurikulum antara masing-masing perguruan tinggi, juga diisi dengan dialog.

Dalam presentasi materi, Chafid Wahyudi, M.Fil.I sebagai Ketua Prodi Akhlak Tasawuf STAI Al-Fithrah Surabaya mengungkapkan, “Saat ini masyarakat kita sedang mengalami kekeringan spiritual, mirisnya justru banyak lembaga-lembaga profit yang menawarkan solusi untuk mengatasi kekeringan spritualitas tersebut. Dengan hanya berbekal traning sehari, seolah-olah sudah dikantongi. Bahan baku yang ditawarkan sekedar menjahitkan secara tambal sulam, jadilah produksi spritualitas yang siap dipasarkan. Masyarakat pun berbondong-bondong membeli. Nah, ini yang seharusnya diisi oleh lulusan prodi Akhlak Tasawuf yang sudah ditempa lebih mendalam baik penguatan ilmiah dan spiritualitas berbasis tasawuf yang tentunya jauh berbeda dengan lembaga-lembaga profit tersebut.”

“Dulu di semester awal saya kurang pede saat ditanyai kuliah ngambil prodi apa? Setelah kegiatan studi banding ini saya menjadi lebih percaya diri dan mantab dengan apa yang telah saya pilih sekarang, semoga acara semacam ini dapat selalu istiqamah, kami tunggu sahabat STAI Al-Fithrah berkunjung ke kampus kami”, Ungkap Firsa Asa, semester VI Prodi AT STAIN Kediri.  Hal serupa juga diungkapkan oleh Abdurrahman, “Setelah mengenal tasawuf akhirnya saya paham bahwa hidup harus ikhlas menerima pemberian Allah syukur dan sabar, selalu husnudzan dengan segala ketentuan-Nya. Di Al-Fihrah jiwa enterpreneurship saya bisa berkembang dan semoga sesuai dengan jiwa enterpreneurship Rasul. Saya mendapat ilmu baru yaitu ilmu berorganisasi khususnya dengan mahasiswa prodi AT STAIN Kediri”, Ungkap mahasiswa semester VI STAI Al-Fithrah Surabaya.

Usai berbuka bersama dan sholat berjamaah mahasiswa STAI Al-Fithrah Surabaya dan STAIN Kediri melakukan sarasehan dan diskusi yang menghasilkan rencana membuat forum diskusi mahasiswa mengenai tasawuf di sosial media seperti facebook dan What’s App dan diharapkan juga prodi Akhlak Tasawuf di perguruan tinggi yang lain di Indonesia khusunya Jawa Timur ikut berpartisipasi agar silaturahim dan kekeluargaan dapat terjalin sehingga mimpi merubah keadaan masyarakat menjadi lebih baik dapat terealisasi, aamiin ya Rabbal ‘alaamiin.

Leave a Reply